Pagi yang Tak Pernah Bertanya
Masih ada dingin yang tinggal di sela genting-genting tua dan burung belum juga terbang— hanya langit yang tahu betapa sunyinya pagi ini. Fajar datang tanpa gegap, cahayanya tak terburu-buru, hanya menyentuh perlahan dinding rumah yang tak meminta apa-apa, pohon-pohon yang diam saja, dan aku, yang masih setia menatap ke atas mencari sesuatu yang mungkin tak akan kutemukan. Langit pecah dalam warna emas muda, seolah malam tak pernah terjadi. Tapi aku tahu, gelap semalam masih tinggal di dalam dada yang belum sempat pulih sepenuhnya. Tak ada yang megah dari pagi ini— tapi justru dalam kesederhanaannya, aku melihat kejujuran, bahwa hidup memang begini, datang dan hilang, hangat lalu dingin, terbit lalu kemb...