Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Pagi yang Tak Pernah Bertanya

Masih ada dingin yang tinggal   di sela genting-genting tua   dan burung belum juga terbang—   hanya langit yang tahu   betapa sunyinya pagi ini. Fajar datang tanpa gegap,   cahayanya tak terburu-buru,   hanya menyentuh perlahan   dinding rumah yang tak meminta apa-apa,   pohon-pohon yang diam saja,   dan aku,   yang masih setia menatap ke atas   mencari sesuatu   yang mungkin tak akan kutemukan. Langit pecah dalam warna emas muda,   seolah malam tak pernah terjadi.   Tapi aku tahu,   gelap semalam masih tinggal   di dalam dada   yang belum sempat pulih   sepenuhnya. Tak ada yang megah dari pagi ini—   tapi justru dalam kesederhanaannya,   aku melihat kejujuran,   bahwa hidup memang begini,   datang dan hilang,   hangat lalu dingin,   terbit lalu kemb...